Mengenal Museum Fatahillah Jakarta Dan Ribuan Benda Koleksinya

Mengenal Museum Fatahillah Jakarta Dan Ribuan Benda Koleksinya

Sebuah bangunan tua dengan gaya barok klasik berdiri megah di Jalan Taman Fatahillah, Jakarta Barat. Bangunan yang menyimpan jejak sejarah kota jakarta dari masa prasejarah hingga masa kemerdekaan tersebut dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Museum Fatahillah, padahal bangunan ini mempunyai nama Museum Sejarah Jakarta. Museum Fatahillah berdiri di atas lahan seluas 13.388 meter persegi sehingga menjadikanya sebagai museum terbesar di Jakarta saat ini.

Sejarah Museum Fatahillah

Museum Fatahillah didirikan pada tahun 1707 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joanvan Hoon. Gedung tersebut pada awalnya digunakan sebagai Gedung Balaikota. Namun seiring perjalanan waktu Gedung yang berada di area Kota Tua Batavia ini beralih fungsi menjadi Museum Sejarah Jakarta tepatnya pada 30 Maret 1974.

Koleksi Museum Fatahillah Jakarta

Arsitektur Bangunan Museum Fatahillah bergaya neoklasik abad 17-an dan terdiri dari 3 lantai. Pada bagian atap gedung memiliki petunjuk arah mata angin. Di depan gedung sobat bisa menemukan sebuah pekarangan dan sebuah kolam. Museum Fatahillah di Jakarta ini hingga saat ini terhitung memiliki 25.000 benda koleksi dari zaman prasejarah hingga abad ini. Benda-benda koleksi tersebut diantaranya peninggalan masa Tarumanegara, perjalanan sejarah Jakarta, Meriam Si Jagur, Mebel antik yang memiliki gaya dari perpaduan eropa, indonesia dan china, ada pula benda-benda koleksi kebudayaan Betawi.

Jalan-Jalan Di museum Fatahillah

Jika sobat ingin menyusuri museum fatahillah, cobalah mulai dari kanan pintu masuk. Sebuah patung yang mengambarkan hukuman gantung akan menyambut sobat. Tak jauh dari patung tersebut terdapat ruangan yang menyimpan foto-foto kota jakarta dari masa ke masa. Beranjak ke ruang berikutnya terdapat prasasti-prasasti dengan ukuran yang lumayan besar seperti prasasti ciareuteun, prasasti tugu, prasasti kebun kopi dan sebagainya. Berjalan dari ruangan tersebut sobat akan menemukan sebuah ruangan yang menyimpan replika dari kapal portugis yang dulunya pernah singgah ke Jakarta. Di ruangan lainya terpampang senjata-senjata tradisional seperti Rencong, Celurit, Trisula dan Mandau. Setelah puas mengitari lantai satu Museum Fatahillah, cobalah ke taman belakang museum. Di sana sobat akan menemukan sebuah meriam yang bernama Meriam Sijagur, benda ini juga menjadi daya tarik dari Museum Fatahillah. Meriam Sijagur memiliki panjang 3 meter dengan berat mencapai 3,5 ton. Meriam ini melambangkan kesuburan. Di lokasi ini terdapat ruangan bawah tanah yang dulunya digunakan sebagai penjara.

Fasilitas di Museum Fatahillah terbilang culup komplit. Sobat bisa menemukan perpustakaan dengan koleksi 1200 buku. Sebagian besar buku-buku tersebut adalah peninggalan masa kolonial Belanda. Sehingga buku-buku tersebut didominasi oleh bahasa belanda, arab, melayu dan inggris. Jika sobat ingin mencari kuliner, Museum Fatahillah di Jakarta ini juga dilengkapi dengan sebuah cafe yang bergaya Jakarta Tempo Doeloe. Ada pula fasilitas pendukung lainya seperti toko souvenir, mushola, ruang pertemuan dan taman. Jam Buka Museum fatahillah adalah jam 9 pagi hingga jam 3 sore dan hanya buka pada hari selasa hingga minggu. Untuk menuju lokasi Museum Fatahillah tidaklah sulit, jika tidak menggunakan kendaraan pribadi tersedia banyak angkutan umum seperti Transjakarta, Mikrolet M-12 atau Mikolet M-08 hingga Bus Patas 09. Nah jika sobat memilih untuk menggunakan angkutan umum turunlah di akhir terminal kota. Dari terminal tersebut perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju Museum Fatahillah. Piddle.